Perbaikan Guru – Esai Pendidikan

Posted on Updated on


PERBAIKAN GURU DI ACEH

teacher-give-chance-to-students

Pendidikan merupakan hal utama dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka semakin tinggi pula kualitas kerja manusianya. Tak jarang hal ini disebutkan dalam visi-misi provinsi di Indonesia. Sebagai contoh : “Memastikan penyelenggaraan pendidikan di Aceh sebagai upaya mencerdaskan dan meningkatkan kualitas manusia, yang berlandaskan iman, taqwa, dan akhlak mulia…” [Visi Dinas Pendidikan Aceh]. Visi terkadang hanya sebagai pelengkap saja, tanpa ada penyelenggaraan yang transparan dan nyata yang ditunjukkan kepada masyarakat. Lantas, bagaimanakah dengan Aceh ?

Dari segi UN, Aceh dan Papua merupakan provinsi dengan tingkat ketidaklulusan siswa terbanyak di Indonesia. Sebanyak 1754 siswa / 3,11% siswa tidak lulus di Aceh. Angka ini terbilang fantastis jika dibandingkan dengan tetangga kita Sumatra Utara yang hanya berjumlah 777 siswa / 0,3%. Seharusnya Aceh dapat mencontoh semangat Nusa Tenggara Barat yang tahun lalu merupakan provinsi dengan ketidaklulusan terbanyak di Indonesia namun tahun ini tidak termasuk dalam 5 besar provinsi dengan tingkat kelulusan UN SMA terendah.

Jika kita membuka ensiklopedia tertulis pendidikan merupakan sebuah usaha sadar dan terencana untuk  mewujudkan suasana belajar sehingga dapat mengembangkan potensi dirinya. Kebanyakan pendidik banyak yang keliru dalam mengasah potensi siswanya, mereka banyak yang ingin siswa tinggi nilainya dalam setiap mata pelajaran. Coba dipikirkan, jika dalam 1 tahun ada 15 pelajaran, bagaimana pusingnya siswa ketika menghadapi ujian semester? Yang mengujiankan kelima belas tersebut secara beruntun. Sedangkan guru yang lebih professional dari muridnya hanya menguasai 1 mata pelajaran saja. Sebaiknya sang guru menfokuskan ke pelajaran yang menjadi bakat siswanya, agar siswa tersebut mapan dalam bidangnya masing-masing.

Cara pembelajaran harus sesuai dengan mood siswa yang sering berubah-ubah, kebanyakan siswa banyak menyukai belajar dengan rangkuman per point bahasan yang terlihat lebih praktis dan mudah diingat, belajar sambil bermain juga bisa dijadikan pilihan, tetapi dijaga agar siswanya tidak terlarut dalam permainan yang dimainkan. Guru disarankan banyak bertanya soal-soal tentang penganalisaan siswanya dengan iming-iming tambahan nilai afektifnya, karena siswa mudah termotivasi dengan nilai. Selain dapat mengajak siswa berpikir, pertanyaan tadi dapat mengasah kepintaran siswa dalam problem solving (pemecahan masalah).

Menjadi guru yang kreatif dan inovatif juga diperlukan dalam mengajar. Guru harus bisa mencairkan suasana jika muridnya sedang tidak semangat belajar ; biasanya ngantuk. Sering terjadi pada jam-jam menjelang siang. Disarankan pada jam ini tidak mengajar dengan sistem ceramah karena alunan suara guru dapat menghantarkan gelombang tidur kepada murid. Jika ini terjadi, murid menjadi tidak fokus akan penjelasan guru, dan memancing kemarahan sang guru yang merasa pembelajarannya tidak didengar. Tapi siapa yang patut disalahkan? Guru yang salah cara mengajar atau murid yang tidak fokus?

Jika murid sudah tidak fokus, guru bisa melakukan game konsentrasi. Permainan seperti ini dapat menyegarkan kembali pikiran murid ketika ia sedang mengantuk pada jam-jam menjelang siang. Apabila tidak berpengaruh, metode pembelajaran  patut diganti. Jangan melakukan cara pembelajaran yang itu-itu saja. Coba yang baru yang dapat memotivasi murid dalam belajar. Metode pembelajaran make mac terbilang menyenangkan. Guru membuat pertanyaan beserta jawaban mengenai materi yang akan diajarkan di suatu kertas kecil. Kemudian murid mencari pasangannya masing-masing. Setelah selesai, sebagian murid dapat menjelaskan apa yang ia dapatkan tadi sewaktu belajar. Metode ini cocok diterapkan pada anak SD atau SMP yang lebih mudah bosan  jika cara belajar tidak sesuai dengan yang diharapkannya ; menyenangkan dan tidak membosankan.

Alunan musik classic juga tak ada salahnya diputar sewaktu belajar, musik klasik dapat menambah konsentrasi dan daya ingat siswa jika diputar pada saat yang tepat yakni ketika membaca atau mengerjakan latihan bahkan ulangan. Jangan sekali-kali memutar saat guru sedang menerangkan materi, hal ini dapat membuyarkan konsentrasi murid. Musik klasik juga dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri yang bertugas dalam pelajaran seperti  matematika dan eksat sedangkan fungsi otak kanan dalam kesenian dan musik. Jika hanya digunakan otak kiri saja, maka murid mudah merasa jenuh akan pelajaran. Dan, musik klasik bertugas menyeimbangkan antara keduanya.

Menyontek merupakan kendala besar yang sudah menjadi tradisi  dalam ulangan. Banyak murid yang tidak yakin akan kemampuannya, dan tidak memilih belajar kemudian menyontek ke teman yang ia anggap lebih pintar darinya. Perilaku ini dapat dicegah dengan ulangan secara lisan  bukan dengan tulisan. Namun, sebagian guru banyak yang salah dalam pemberian nilainya. Nilai diberi berdasarkan cara penyampaian si murid, bukan dari inti yang disampaikan. Hal ini membuat murid dengan kecerdasan bukan verbal (kecerdasan mengolah kata) menjadi nilainya relatif lebih sedikit  dibanding murid yang pintar mengolah kata. Guru diharapkan dapat mengerti batas kemampuan setiap muridnya.

Pendidikan yang  ideal memang di idam-idamkan setiap provinsi di Indonesia, tak terkecuali Aceh. Pemerintah berusaha semampunya untuk mewujudkan suasana ideal dalam belajar. Sebagai murid tak ada salahnya ikut serta dalam mewujudkannya. Guru pun harus berdedikasi dengan ikhlas kepada setiap siswanya ; memahami kemampuan apa yang dimiliki setiap siswanya  agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang  berkualitas dalam bidangnya tersendiri, demi mewujudkan  Aceh yang maju dengan pendidikan yang ideal.

Aviary Photo_130208461450938702

2 thoughts on “Perbaikan Guru – Esai Pendidikan

    jejakhidupmanusia said:
    September 21, 2013 pukul 8:43 PM

    pendidikan sekarang adalah berbasis siswa, siswa harus aktif, guru hanya sebagai fasilitator. tidak mudah memang tapi harus di coba..: )

      nazaarb responded:
      September 22, 2013 pukul 5:16 PM

      iya, cuman sy agk tdk suka metode itu. hihi.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s